Hari raya Idul Fitri adalah momen special yang ditunggu oleh jutaan
umat Islam khususunya di Indonesia setelah selama sebulan penuh menjalankan
ibadah puasa. Idul Fitri menjadi begitu spesial karena hari itu adalah saat di
mana umat Islam merayakan kemenangan dari jihad akbar melawan hawa nafsu dan saat
di mana umat Islam saling berjabat tangan untuk bermaaf-maafan.
Berjabat tangan ketika lebaran dengan saling mengucapkan permintaan
maaf memiliki arti yang sangat penting bagi umat Islam Indonesia. Hal tersebut merupakan
sunah yang diajarkan Rasul bahwa ketika dua orang saling berjabat tangan maka
seketika itu juga dosanya diampuni oleh Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam
berusaha bagaimanapun caranya agar saat hari raya Idul Fitri bisa bertemu
dengan sanak famili dan handai taulan untuk bersalam-salaman dan
bermaaf-maafan. Atas dasar keyakinan itu lah maka muncul budaya yang sekarang
kita kenal dengan ‘mudik’. Mudik menjadi tradisi yang berlangsung turun-temurun
bagi putera daerah yang karena berbagai macam tujuan harus tinggal jauh di
tanah perantuan. Mudik melibatkan banyak pihak dalam pelaksanaannya dan bahkan
bukan hanya memakan waktu dan biaya tetapi juga korban nyawa.
Banyaknya penduduk desa yang berurbanisasi ke kota, transmigrasi ke
luar pulau, atau menikah dengan orang luar daerah semakin menumbuh suburkan
budaya mudik ini. Meski banyaknya resiko yang harus mereka hadapi tapi itu
semua tidak menyurutkan niat mereka untuk pulang ke kampung halaman. Bukan tanpa
alasan, mereka melakukan itu. Mereka ingin menjaga tradisi, melestarikan budaya
silaturahmi dan tentunya memikul tanggungjawab sebagai seorang muslim agar
senantiasa menjaga nilai-nilai Islam tetap kokoh di bumi nusantara.
Islam adalah agama yang telah berhasil melahirkan kebudayaan dan
tradisi luhur yang mengangkat harkat martabat manusia. Tradisi dan budaya yang
lahir dari Islam memiliki landasan akidah yang kuat yaitu dalam rangka
menanamkan ketauhidan dalam dada setiap manusia. Faktanya nilai-nilai Islam
meresap ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat yang tanpa mereka sadari
mengakar kuat dan akhirnya menjadi tradisi. Dan mudik adalah salah satu
contohnya, di mana hal itu berlandaskan perintah Nabi untuk saling
bersilaturahmi dan berjabat tangan ketika saling bertemu agar diampuni dosanya.
Maka mau tidak mau mereka harus bertemu dengan keluarga dan lahirlah tradisi
mudik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar