Kamis, 13 Maret 2014

Siremeng; Surga yang Terabaikan

Siremeng, Surga yang Terabaikan
"The Hidden Paradise" itulah istilah yang mungkin mewakili desa Siremeng. Betapa tidak, desa di bagian selatan Kabupaten Pemalang ini menyimpan keindahan yang tiada tara. Letaknya yang berada di kaki gunung Slamet membuat udara di desa ini sangat sejuk dan terasa segar kala terhirup. Pemandangan menakjubkan dengan latar gunung Slamet di bagian selatan dan perbukitan hijau yang mengelilingi desa menjadikan penduduknya nyaman untuk tinggal dan senantiasa rindu untuk kembali ketika pergi ke tanah rantau. Begitupula pendatang, merekapun pasti tergoda pesonanya dan tak kuasa menahan hasrat ingin kembali berkunjung ke desa ini.
Ya, itulah pesona Siremeng, sebuah desa yang dahulu kala tertutup oleh pepohonan dan dikelilingi oleh perbukitan yang rimbun sehingga desa tersebut hanya terlihat remang-remang atau dalam bahasa lokal "remeng-remeng". Menurut sebagian penutur, dari kata "remeng-remeng" inilah asal muasal nama Siremeng  berasal.
Menyimpan pesona yang sedemikian besar, bukan berarti Siremeng terkenal. Jangankan di tingkat Nasional, di intern Kabupaten Pemalang sendiri pun sangat jarang yang mengetahuinya. Bahkan banyak sekali penduduk lokal yang hanya mengetahui Siremeng sebagai tempat tinggal ansich, tanpa menyadari pesona yang dimiliki oleh desa mereka. Tidak adanya kesadaran masyarakat terhadap hal tersebut menjadikan mereka abai terhadap kondisi alam. Akibatnya, perbukitan yang dahulunya rimbun oleh hijaunya pepohonan, sekarang gundul, tergantikan oleh jagung, cabai dan lain sebagainya yang menurut mereka lebih menguntungkan. Padahal keuntungan yang mereka dapat sekarang, hanyalah keuntungan sesaat karena mengorbankan hutan yang harusnya menjadi warisan bagi anak cucunya.
Andai saja, kesadaran akan betapa berharganya anugerah keindahan tumbuh pada setiap diri penduduknya, pasti desa ini akan tetap nyaman untuk ditempati, udaranya akan tetap segar untuk dihirup, pemandangannya senantiasa elok untuk dinikmati dan membuat setiap orang rindu untuk kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar