Sabtu, 09 Agustus 2014

Harmoni Warga Desa dan Sandiwara Para Penguasa (Siremeng Menyambut HUT RI Ke-69)





Harmoni Warga Desa dan Sandiwara Para Penguasa
(Siremeng Menyambut HUT RI Ke-69)

17 Agustus bukanlah hari biasa, karena pada tanggal yang sama 69 tahun yang lalu, tepatnya pada 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia memperoleh kemerdekaannya. Kemerdekaan merupakan karunia besar dari Alah SWT yang sudah sepatutnya kita syukuri. Karena tanpa kemerdekaan kita tidak dapat tenang beribadah dan memperoleh segala fasilitas serta kemudahan seperti yang ada sekarang.
Sebagai salah satu bentuk syukur nikmat kemerdekaan, warga Negara Indonesia dari Sabang sampai Merauke berlomba-lomba untuk menyambut 17 Agustus dengan berbagai macam hiasan dan kegiatan. Tak ketinggalan pula warga desa Siremeng kecamatan Pulosari kabupaten Pemalang yang dengan sangat antusias menyambut 17 Agustus. 


Sudah semenjak awal bulan Agustus warga desa Siremeng terlihat sibuk menghiasi jalan-jalan desa dengan aneka hiasan. Semua pihak terlibat, baik ibu-ibu, bapak-bapak, para remaja maupun anak-anak. Ibu-ibu sibuk memasukkan air yang sudah diberi aneka warna ke dalam plastik kecil yang dibuat berbagai macam bentuk. Bapak-bapak menyiapkan bambu bercabang untuk hiasan dan bambu lurus untuk tiang bendera. Para remaja sibuk memasang bendera merah putih kecil yang dipasang zigzag sepanjang jalan dan membuat gapura pemisah antar RT. Anak-anak pun tak mau ketinggalan ikut bersuka ria kesana kemari membantu ibu-ibu dan para remaja.


Sungguh suatu pemandangan yang menakjubkan dan menyentuh hati melihat betapa kompak dan gembiranya mereka menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia. Suatu keadaan yang meniscayakan betapa cintanya mereka terhadap NKRI. Suatu sikap yang melandaskan pada sebuah ungkapan bahwa cinta tanah air adalah sebagian dari iman. Mereka menyadari bahwa cinta tanah air adalah bagian dari tanggungjawab sebagai insan beragama sehingga bagi mereka menyambut 17 Agustus adalah salah satu wujud manifestasi iman dalam bentuk syukur atas nikmat kemerdekaan yang diberikan oleh Allah SWT.
Melihat hal di atas, rasa-rasanya sangat kontras dengan pemberitaan-pemberitaan di televisi yang mempertontonkan betapa tidak harmonisnya petinggi-petinggi kita. Mereka terus saling sikut berebut kekuasaan, sampai lupa bahwa Negara ini diperjuangkan oleh para pahlawan untuk bisa bersatu. Mungkin, setelah Pilpres 2014 usai, para petinggi negeri ini perlu berkunjung ke desa-desa agar mereka bisa belajar tentang kerukunan, tentang ke-Bhineka Tunggal Ika-an dan kecintaan terhadap Indonesia seperti yang selama ini mereka gembor-gemborkan. Dan sesekali, warga desa Siremeng juga ingin dikunjungi oleh Presiden dan para menteri-menterinya. Maklum, semenjak negeri ini merdeka tak pernah ada satu Presiden atau menteri pun yang menginjakkan kaki di desa yang damai ini.

#NurKholisMasjid4BetterIndonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar