Selasa, 18 Maret 2014

Selamat Jalan Mbah Basyir


Innalillahi wainna ilaihi raajiuun.
Belum juga mendung duka umat Islam memudar setelah wafatnya Ketua MUI, KH Sahal Mahfudz, kini umat Islam kembali ditinggal oleh salah satu tokoh kebanggaannya yaitu Simbah KH Ahmad Basyir atau yang lebih dikenal dengan panggilan Mbah Basyir Jekulo. Ulama kharismatik yang juga Pengasuh Pesantren Darul Falah Jekulo, Kudus , Jawa Tengah ini  wafat pada hari Selasa (18/3), pukul 00.10 WIB di Rumah Sakit Islam  Kudus. 
Masih hangat dalam ingatan saya tatkala sowan ke rumah beliau untuk meminta do’a sekaligus ijazah dala’ilul Qur’an ketika saya masih sekolah dan nyantri di Mranggen. Meski terhitung hanya dua kali sowan pada beliau, namun karisma dan sikap tawadlu beliau senantiasa terkenang dan menjadi suri tauladan bagi saya dalam menjalani lika-liku kehidupan.
Satu moment yang masih saya ingat adalah tatkala beliau menyampaikan nasihat tentang bagaimana seharusnya umat Islam bersikap. Beliau mengatakan betapa bodohnya umat Islam yang punya dalil tapi tidak dapat mengamalkannya. Sebagai contoh anjuran Nabi agar kita membiasakan bangun di pagi hari dan memulai aktifitas lebih awal sebagaimana hadish yang diriwayatkan oleh ‘A’ishah R.Ah. bahwasanya beliau mendengar Rasulullah bersabda:

" بَاكِرُوا طَلَبَ الرِّزْقِ وَالْحَوَائِجِ ؛ فَإِنَّ الْغُدُوَّ بَرَكَةٌ وَنَجَاحٌ "

Namun pada kenyataannya, sangat sedikit umat Islam yang bersegera untuk bangun pagi dan memulai aktifitasanya. Petuah Rasul tersebut justru dijalankan oleh orang-orang cina yang notabene bukan beragama Islam.
Mbah Basyir mencontohkan bahwa saat beliau masih muda, sering melihat tetangganya yang keturunan Cina mengayuh sepeda yang penuh bermuatan tahu ke pasar sewaktu beliau hendak pergi ke Masjid untuk Jama’ah Sholat Shubuh, di saat tetangga-tetanggga yang lain masih terlelap tidur. Aktifitas itu dilakukannya secara istiqomah sampai ia akhirnya menjadi pedagang sukses yang kaya raya. Kalau Orang Cina yang non Muslim saja mendapatkan berkahnya bangun pagi, apalagi kita yang Muslim, pasti akan lebih berkah lagi apabila berkenan untuk bangun pagi dan memulai aktifitas lebih awal.
Ya, begitulah Mbah Basyir, beliau lebih suka memberi nasehat dengan realitas yang ada, daripada harus mengeluarkan ribuan dalil. Sikap beliau yang tawadlu dan menghormati tamu siapapun yang menemuinya, sangat cukup untuk menjadikan beliau sebagai guru yang patut untuk digugu dan ditiru. Kehidupan beliau yang sederhana pun menyiratkan betapa beliau adalah sosok yang benar-benar meneladani peri kehidupan Rasulullah.
Kini, beliau telah tiada, namun namanya tetap harum semerbak di mayapada.
Selamat jalan Mbah Basyir, semoga setiap untaian kata yang engkau ucapkan, setiap tindakan nyata yang engkau contohkan, setiap do’a yang engkau panjatkan, berbuah kebaikan bagi seluruh umat Islam.
اللهم اغفرله وارحمه وعافه واعف عنه وأكرم نُزُله. ووسع مُدخله. واغسله بالماء والثلج والبرد ، ونقه من الخطايا كما ينقى الثوب الأبيض من الدنس ، وأبدله داراً خيراً من داره ، وأهلاً خيراً من أهله وزوجاً خيراً من زوجه وأدخله الجنة وأعذه من عذاب القبر ومن عذاب النار

#Nur Kholis Masjid#

Tidak ada komentar:

Posting Komentar