MUADZIN SHOLAT JUM'AT, INI DIA TATA CARANYA
Pelaksanaan Sholat Jumat di Masjid Istiqlal.
Purbalingga, Cak Nur News.
Sebagai penganut Madzhab Syafi'i, mayoritas masjid di Indonesia masih lestari Jum'atan (Sholat Jum'at) dengan dua kali adzan.
Adzan dua kali pada Sholat Jum'at bukan hanya berlaku di Indonesia namun juga di berbagai belahan dunia, termasuk di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi hingga sekarang.
Hal tersebut sudah berlaku semenjak masa sahabat Utsman bin Affan RA.
Sebagaimana dijelaskan oleh Jalaluddin al-Suyuthi dalam Nurul Lum’ah fi Khashais Jum’ah bahwa selain shalat shubuh adzan dua kali juga boleh dilakukan sebelum shalat Jum’at. Sebagaimana shalat shubuh, tujuan adzan pertama ialah untuk mengingatkan orang agar segera datang ke masjid, dan adzan kedua menjadi petanda masuknya waktu shalat.
Dalam Shahih Bukhari dijelaskan, dahulu pada masa Rasul dan masa Khalifah Abu Bakar serta Umar bin Khatab adzan Jum’at dikumandangkan ketika imam duduk di atas mimbar. Namun pada masa Utsman bin Affan, umat Islam sudah mulai banyak. Utsman pun menambah adzan Jum’at menjadi dua kali.
Salah satu ciri khas Jum'atan di masjid yang melestarikan tradisi adzan dua kali di Indonesia adalah bacaan yang dibaca oleh Muadzin.
Berikut ini adalah bacaan muadzin Sholat Jum'at yang penulis sarikan dari beberapa sumber terpercaya.
1. Membaca doa pengantar sebelum melakukan adzan pertama:
سُبْحَانَ اللهِ وَاْلحَمْدُلِلهِ وَلاَاِلٰهَ اِلاَّاللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ. وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَاِلاَّبِااللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ . اَعُوْذُبِاللهِ مِنَ الشَّيْطٰنِ الرَّجِيْمِ. وَمَنْ اَحْسَنُ قَوْ لاًمِّمَّنْ دَعَااِلَى اللهِ وَعَمِلَ صَالِحًاوَّقَالَ اِنَّنِيْ مِنَ اْلمُسْلِمِيْنَ . قُلِ ادْعُوااللهَ اَوِادْعُواالرَّحْمٰنَ اَيًّامًّاتَدْعُوْافَلَهُ اْلاَسْمَآءُاْلحُسْنٰى . وَلاَتَجْهَرْبِصَلاَتِكَ وَلاَتُخَافِتْ بِهَاوَابْتَغِ بَيْنَ ذٰلِكَ سَبِيْلاً . وَقُلِ الْحَمْدُلِلهِ الَّذِ يْ لَمْ يَتَّخِذْوَلَدًاوَّلَمْ يَكُنْ لّهٗ شَرِيْكٌ فِى الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ وَلِيٌّ مِّنَ الذُّ لِّ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيْرًا . اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍوَعَلىٰ آلِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ
Do'a tersebut boleh hanya dibaca singkat sebagaimana berikut ini :
سُبْحَانَ اللهِ وَاْلحَمْدُلِلهِ وَلاَاِلٰهَ اِلاَّاللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ. وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَاِلاَّبِااللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ . اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍوَعَلىٰ آلِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ
2. Setelah membaca doa pengantar, muadzin mengumandangkan adzan pertama. Adzan pertama dikumandangkan lebih panjang dari adzan kedua.
3. Setelah adzan selesai, para jamaah melakukan sholat sunnah qobliyah jum’at. Selepas itu, muadzin kembali berdiri untuk membaca bacaan berikut ini:
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ وَزُمْرَةَ الْمُؤْمِنِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ ، رُوِيَ عَنْ اَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، اَنَّهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ اَنْصِتْ وَالْاِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ ، وَمَنْ لَغَا فَلَا جُمْعَةَ لَهُ ، اَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ اللهُ ×٣
4. Di saat khatib akan menaiki mimbar, muadzin mengiringi dengan membaca sholawat nabi
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ . اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ . اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ
5. Setelah itu, muadzin membaca doa berikut ini:
اَللّٰهُمَّ قَوِّ اْلإِسْلاَمَ, مِنَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ , وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ , اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ , وَانْصُرْهُمْ عَلَى اْلمُعَانِدِّيْنَ . يَارَبِّ اخْتِمْ لَنَا مِنْكَ بِالْخَيْرِ , وَيَاخَيْرَ النَّاصِرِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
6. Selanjutnya, setelah khotib memberi salam, muadzin mengumandangkan adzan kedua, adzan kedua ini baiknya lebih pendek dari adzan pertama.
7. Setelah adzan, khotib berdiri untuk berkhutbah. Saat khotib berkhutbah, para jamaah harus tenang dan diam mendengarkan khotib. Dan pada waktu khotib duduk antara dua khutbah, muadzin membaca sholawat, sholawat yang umum digunakan adalah seperti ini:
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ ، وَزِدْوَاَنْعِمْ وَتَفَضَلْ وَبَارِكْ ، بِجَلَالِكَ وَكَمَالِكَ عَلٰى زَيْنِ عِبَادِكْ ، وَاَشْرَفِ عِبَادِكَ ، سَيِّدِاْلعَرَبِ وَاْلعَجَمِ ، وَاِمَامِ طَيْبَةَوَاْلحَرَمِ ، سَيِّدِنَاوَمَوْلَانَا مَحَمَّدٍ وَّعَلىٰ آلِهٖ وَصَحْبِهٖ وَسَلِّمْ وَرَضِيَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالىٰ عَنْ كُلِّ صَحَا بَةِ رَسُوْلِ اللهِ اَجْمَعِيْنَ
Pada waktu khotib duduk diantara dua khutbah adalah waktu yang mustajab, karena itu, para jamaah dianjurkan untuk berdoa. Kemudian khotib berdiri lagi untuk khutbah kedua.
8. Setelah khotib selesai berkhutbah, muadzin berdiri lagi untuk iqomah.
Demikian bacaan muadzin sholat Jum'at yang lazim dibaca. Semoga bermanfaat untuk menambah hazanah keilmuan kita. Dan menjadi bekal bagi anda yang menjadi muadzin.